Senin, 28 April 2014

Rusak Amanah, Hilanglah Iman

"Tiada iman bagi orang yang tidak dapat dipercaya dan tidak ada agama bagi orang yang tidak dapat dipegang janjinya," (Riwayat Ibn Hibban dan Baihaqi).

Ini pertanyaan klasik! Mengapa angka korupsi di negeri dengan jumlah Muslim terbesar di dunia ini amat besar? Data yang sering dilansir media menyebutkan, lebih dari setengah jumlah kepala daerah di Indonesia telah disangka oleh pengadilan melakukan praktik korupsi.  Sebanyak 1.700 perkara korupsi masuk ke pengadilan tiap tahun.

Pertanyaan klasik ini sebenarnya telah dijawab oleh Rasulullah SAW 14 abad yang lalu. Kata Rasulullah SAW pada suatu hari kepada para sahabatnya, sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari, "Kalian nanti akan rakus terhadap jabatan, padahal jabatan itu akan menjadi penyesalan di Hari Kiamat."

Mengapa fenomena itu terjadi? Rasulullah SAW membuat perumpamaan jabatan (amanah) dengan bayi yang menyusu kepada ibunya.  "Jabatan itu adalah seenak-enak pemberian susu dan segetir-getir penyapihan."  Jabatan itu enak ketika didapat dan getir ketika dilepaskan.

Rasulullah SAW juga mengingatkan umatnya bahwa amanah dan iman tak bisa dipisahkan. Tak ada iman bagi orang yang tak amanah. Jadi, jangan kita merasa diri ini sudah beriman sebelum kita benar-benar menjalankan amanah ini dengan baik.

Wallahu a'lam