Sabtu, 07 Maret 2026

Nasehat Untuk "Si Gendut"

Ada banyak nasehat kepada kita agar tidak makan sampai kekenyangan karena hal itu tidak disukai oleh Allah Ta'ala dan bisa berakibat buruk bagi kita. Di antara banyak nasehat itu, mari kita kupas dua nasehat saja, yang diambil dari buku berjudul Terapi Mental Aktivis Harakah karya Dr Sayyid Muhammad Nuh.

Ilustrasi orang gemuk (pixabay.com)

Nasehat pertama diucapkan oleh Umar ibn al-Khattab Radhiyallah 'anhu. Beliau berkata:

إِيَّاكُمْ وَالْبِطْنَةَ فَإِنَّهَا مَكْسَلَةٌ عَنِ الصَّلَاةِ، مَفْسَدَةٌ لِلْجِسْمِ، وَإِنَّ اللَّهَ لَيُبْغِضُ الْحَبْرَ السَّمِين

Iyyākum wal-biṭnah, fa innahā maksalah ‘aniṣ-ṣalāh, mafsadah lil-jism, wa innallāha layubghiḍu al-ḥabra as-samīn.”

Jauhilah oleh kalian kekenyangan, karena itu menyebabkan malas shalat, merusak tubuh, dan sesungguhnya Allah membenci orang berilmu yang gendut (karena banyak makan).”

Hanya saja para ulama memberi penjelasan bahwa makna kata as-samīn (السمين) atau gemuk bukanlah sekadar fisik, melainkan akibat dari tindakan berlebih-lebihan dalam makan. Ada beberapa orang yang memang dikaruniai kecenderunga (genetik) untuk gemuk dan ini tentu sulit dihindari.

Namun, peringatan dari Umar ini bisa kita jadikan acuan untuk berhati-hati dengan mekanan. Sebab, bagaimana pun, orang yang obesitas itu tidak baik bagi kesehatan tubuhnya.

Nasehat kedua dinisbatkan kepada Aisyah Radhiyallah 'anha. Beliau pernah berkata, "Pertama kali bencana yang menimpa umat ini sepeninggal nabinya ialah suka makan minum berkenyang-kenyang, maka badannya akan gendut, hatinya menjadi lemah dan syahwatnya bergejolak." (Riwayat Al-Mundziri dalam At-Targhib wat-Tarhib).

Dua perkataan ini cukuplah menjadi nasehat kepada kita untuk tidak berlebih-lebihan dalam menyantap makanan. ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar yang bermanfaat