Hari ini, tanggal 1 Oktober, 24 tahun yang lalu, tepatnya tahun 2002, saya menghadiri peluncuran sebuah buku di Gedung Yayasan Tenaga Kerja Indonesia (YTKI), di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.
Bayangkan bila suatu ketika ada seorang remaja putri bertanya kepadamu, "Mengapa Islam tak menghendaki wajah wanita dipajang di media sosial, sedang wajah laki-laki boleh? Apakah karena khawatir laki-laki yang melihat wajah wanita akan tergoda?"
Ketika Anda shalat sendirian di rumah, pernahkah Anda tergoda untuk cepat-cepat menyelesaikannya tanpa tuma'ninah, bahkan mengenakan pakaian seadanya sebagaimana Anda kenakan saat tidur?
"Lelaki Terakhir." Begitu judul novel yang diluncurkan hari ini, Sabtu (19/9/2026), di Perpustakaan Nyi Ageng Serang, Jakarta. Saya ikut diundang oleh sang penerbit, Pustaka al-Kautsar, dalam peluncuran tersebut.
Awalnya, di Jawa Tengah, berdiri Kerajaan Mataram Islam pada abad ke 16. Raja yang paling terkenal adalah Sultan Agung. Wilayah kekuasaannya meliputi sebagian besar Pulau Jawa, terutama di bagian tengah.
Di dalam al-Qur'an surat Al-Hajj [22] ayat 11 Allah Ta'ala berfirman, "Dan di antara manusia ada yang menyembah Allah hanya di tepi. Maka jika dia memperoleh kebajikan, dia merasa puas dan jika dia ditimpa suatu cobaan, dia berbalik ke belakang. Dia rugi di dunia dan di akhirat. Itulah kerugian yang nyata."