Rabu, 05 Oktober 2011

Jadilah Pendengar Bukan Pembual

Ketika manusia masih berbentuk janin, tepatnya ketika usia kandungan sang ibu baru menginjak 2 pekan, indra pendengaran manusia sudah berfungsi.
Coba buktikan! Bila ada suara keras atau berisik di sekitar ibu yang hamil, denyut jantung janin akan terasa meningkat. Sang ibu bisa merasakan hal ini.
Malah, para ahli kesehatan kerap memanfaatkan pendengaran janin sebagai tes untuk menguji apakah sang janin mengalami gangguan, seperti kekurangan oksigen, atau tidak.
Ini berbeda dengan indera-indra lain. Indra penglihatan, misalnya, baru berfungsi setelah manusia lahir ke muka bumi. Bahkan dunia kedokteran mencatat, manusia baru bisa mengenali wajah ibunya setelah berusia 2 minggu. Demikian juga indra pengecap, pencium, dan peraba, baru berfungsi ketika bayi sudah lahir
Mengapa Allah Subhanahu wa Ta'ala lebih dahulu menganugerahi kepada manusia indra pendengaran ketimbang indra-indra yang lain? Apa yang istimewa dengan indra ini?
Tentu hal ini menarik untuk direnungkan. Banyak sekali ayat di dalam al-Qur’an yang menjelaskan betapa pentingnya mendengar. Betapa banyak orang yang celaka ketika indra yang demikian penting ini tidak banyak difungsikan. Mereka lebih suka membual ketimbang mendengar. Mereka lebih senang didengarkan ketimbang mendengarkan.
Ketika musim pemilihan umum tiba, para pembual ini bermunculan. Mereka berlomba-lomba memamerkan kelebihan dan mengobral janji. Mereka ingin terlihat hebat dengan cara banyak bicara. Mereka menginginkan kekuasaan.
Kebiasaan membual bahkan tak hanya menjangkiti para politisi. Para dai pun banyak yang suka membual. Mereka ingin terlihat hebat di depan jamaahnya. Mereka lakukan apa saja agar jamaahnya senang. Mereka diundang ke sana dan kemari untuk ”menghibur” jamaahnya. Mereka, oleh Allah Ta’ala, digolongkan sebagai orang yang lalai.
Mari perbanyak mendengar, bukan membual!

Dipublikasikan oleh Majalah Suara Hidayatullah edisi Oktober 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar yang bermanfaat