Kamis, 11 Maret 2021

Dengki Sumber Petaka

Jangan sepelekan perasaan dengki. Sebab, karena perasaan itulah maka iblis harus keluar dari surga dan dilaknat oleh Allah Ta’ala

Ketika Adam Alaihissalam (AS) diciptakan oleh Allah Ta'ala, iblis memendam dalam dirinya sebuah anggapan bahwa, "Aku lebih baik darinya." (Shad [38]: 76). 

Allah Ta'ala telah memberikan kelebihan kepada Adam AS yang tidak dimiliki oleh para malaikat. Allah Ta'ala mengajarkan nama-nama semua benda yang ada di alam raya dan Adam AS mampu menghafal dan memahaminya satu per satu.

Allah Ta'ala kemudian memperlihatkan benda-benda tersebut kepada malaikat yang tak mengetahui nama-nama benda-benda itu. Lalu Allah Ta'ala berfirman kepada para malaikat, "Sebutkan kepada-Ku nama semua (benda) ini, jika kamu yang benar!" (al-Baqarah [2]: 31).

Dengan penuh rasa sopan malaikat menjawab, "Mahasuci Engkau. Tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui, Mahabijaksana." (al-Baqarah [2]: 32).

Tanpa diduga, Allah Ta'ala menyuruh Adam AS untuk memperlihatkan kebolehannya di hadapan para malaikat dan iblis. Allah Ta'ala berfirman, "Wahai Adam! Beritahukanlah kepada mereka nama-nama itu..." (al-Baqarah [2]: 33}. 

Adam AS kemudian memberitahukan nama-nama benda itu. Para malaikat akhirnya mengetahui kelebihan dan kemuliaan Adam AS yang tidak mereka miliki. Mereka menyadari bahwa ilmu Allah Ta'ala meliputi segala sesuatu sehingga mereka tak merasa dengki kepada Adam AS.

Lalu Allah Ta'ala memerintahkan kepada para maikat dan iblis untuk sujud kepada Adam AS. "Sujudlah kalian kepada Adam!" (al-Baqarah [2]: 34)

Seluruh malaikat bersujud, namun tidak untuk iblis. Dia tetap berdiri tanpa mau bersujud.Tindakan ini tak lain karena didorong oleh rasa dengki yang sudah merasuk dalam dadanya. Iblis adalah mahluk pertama yang menjadikan akal sebagai sembahan. "Aku lebih baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah." (al-A'raf [7]: 12)

Menghadapi sikap sombong iblis ini, Allah Ta'ala memerintahkan kepadanya, "Turunlah kamu darinya (surga) karena kamu tidak sepatutnya menyombonkan diri di dalamnya. Keluarlah! Sesungguhnya kamu termasuk mahluk yang hina (al-A'raf [7]: 13).

Dalam ayat lain Allah Ta'ala berfirman, "Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk, dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari Kiamat." (al-Hijr [15]:34-35)

Sifat dengki kerap kali menyebabkan kita buta sebagaimana iblis. Meskipun perintah Allah Ta'ala atasnya tidaklah sulit --hanya perlu bersujud sebagaimana semua malaikat melakukannya-- namun itu berat bagi Iblis. Ia lebih memilih jalan ingkar.

Inilah jawaban mengapa sesuatu yang sebenarnya mudah dipahami, ternyata tak mudah ditaati. Islam itu agama fitrah, sehingga memahaminya mudah. Namun, ketika jalan Islam sudah kita ketahui, menapakinya ternyata sulit. Setan telah duduk di seluruh jalanan anak Adam untuk menghalangi jalan Islam. Demikian Rasulullah SAW bersabda sebagaimana diriwayatkan oleh Sabrah bin Abu Faqih. 

Semoga kita diselamatkan dari sifat dengki dan godaan setan yang terkutuk. Aamiin. ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar yang bermanfaat