Selasa, 11 Agustus 2020

Literasi

Bila menyebut kata literatur maka pikiran lita langsung tertuju kepada buku atau kitab. Tidak salah, memang! Sebab, dulu,  buku atau kitab sering menjadi rujukan masyarakat ketika mencari jawaban atas banyak persoalan.

Lalu bagaimana dengan literasi? Apa yang terpikirkan ketika menyebut kata itu? Jawabnya, literatur. Artinya, berhubungan dengan buku atau kitab. Barangkali karena itu juga dulu kata literasi diterjemahkan hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis. 

Saat ini, pengertian literasi telah berevolusi sedemikian rupa mengikuti perkembangan teknologi. Literasi tak sekadar dibatasi oleh kemampuan menulis dan membaca. Tapi, menurut National Institut for Literacy, literasi juga termasuk kemampuan berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. 

Karena itu, muncullah beragam kata yang disematkan setelah kata literasi. Sebutlah, misalnya, literasi kesehatan, literasi finansial, literasi digital, literasi data, literasi visual, literasi kritikal, literasi statistik, atau literasi teknologi.

Namun, meski mengalami pengembangan cakupan makna, kata literasi tetap tidak bisa dilepaskan dari kemampuan berbahasa, yang setidaknya meliputi empat kemampuan dasar, yakni membaca, menyimak, menulis, dan berbicara. Jadi, unsur dari literasi setidaknya meliputi empat hal tersebut meskipun cakupannya bisa bermacam-macam. ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar yang bermanfaat