Kamis, 05 Maret 2015

Muslim Hebat, Silaturahim Kuat


"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaklah ia menyambung silaturahim." (Riwayat Bukhari)

Teknologi terkadang berdampak positif, di lain waktu bisa berdampak negatif. Teknologi komunikasi, misalnya, bisa mendekatkan yang jauh, tapi sebaliknya bisa menjauhkan yang dekat.

Lewat teknologi seluler kita bisa berbincang-bincang dengan kerabat dan sahabat yang berada di tempat jauh hanya dengan memencet-mencet tombol handphone. Namun, teknologi seluler juga membuat kebanyakan orang lebih suka berdiam diri di rumah, di depan perangkat komunikasinya, enggan mengobrol secara lisan dan bertatap muka dengan orang di sekelilingnya. Jangankan berbincang-bincang dengan tetangga sebelah, dengan anak dan isteri saja menjadi jarang.

Padahal konsep bersilaturahim dalam Islam bukan seperti itu. Silaturahim dalam Islam meliputi banyak aspek, bukan sekadar interaksi suara dan tubuh, juga interaksi hati. Sebab, manalah mungkin tali kekerabatan akan tersambung bila interaksi yang dibangun hanya sekadar formalitas dan basa basi, sementara hati masih berselisih.

Hanya saja, menautkan hati bukan perkara mudah, terutama bagi mereka yang berpenyakit hati. Wajar saja bila Rasulullah SAW, dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, menyatakan nilai pahala orang yang bersilaturahim lebih besar ketimbang orang yang shalat dan berpuasa. Bahkan, bersilaturahim adalah bagian dari iman.

Nah, tunggu apa lagi. Ayo perbanyak silaturahim!


(Dimuat di Majalah Suara Hidayatullah edisi Maret 2015)