Senin, 22 Juni 2026

Wahai Para Aktivis, Waspadai Penyakit Futur!

Telah kita bahas sebelumnya bahwa terdapat banyak penyakit hati yang perlu diwaspadai. Artikel kali ini akan kita bahas satu di antaranya, yakni futur.


Secara bahasa, menurut DR. Sayyid Muhammad Nuh dalam bukunya berjudul Terapi Mental Aktivis Harakah, Telaah Atas Penyakit Mental dan Sosial Kontemporer Para Dai, futur mempunyai dua arti. Pertama, putus setelah bersambung, atau tenang setelah bergerak. Kedua, malas, lambat, pelan, setelah rajin dan bersungguh-sungguh.

Tingkatan paling rendah dari futur adalah malas, menunda-nunda pekerjaan, atau berlambat-lambat dalam bekerja. Sedangkan puncak dari futur adalah terputus atau berhenti sama sekali setelah sebelumnya rajin dan terus bergerak.

Penyebab Futur

Ada bermacam-macam penyebab penyakit futur.  Pertama, berlebih-lebihan dalam beragama.

Seseorang yang sangat tekun melaksanakan ketaatan dalam dakwah boleh jadi terjerumus ke dalam futur. Ini terjadi ketika ia mulai tidak bersikap adil kepada tubuhnya sendiri. Ia tidak memenuhi hak tubuhnya untuk mendapat istirahat yang cukup, atau makanan yang baik dan layak. 

Akibatnya, tubuh akan lemah dan sering sakit-sakitan. Lama-lama muncul rasa jenuh dan bosan. Jika sudah seperti ini besar kemungkinan seseorang akan meninggalkan dakwah. 

Bahkan, lebih parah lagi, ia frustasi dan menyalahkan dakwah yang selama ini ia pilih. Akibatnya, ia menempuh jalan lain yang merupakan kebalikan dari jalan dakwah yang selama ini ditekuninya.

Manusia memiliki kemampuan yang terbatas. Apabila diporsir terus, maka ia akan futur, lemah, loyo, malas, terputus dan berhenti. Di sisi lain, batas kemampuan manusia berbeda-beda. Jika tidak disadari, seseorang bisa berbuat berlebihan ketika melihat orang lain yang melebihi batas kemampuan dirinya.

Islam sendiri melarang seseorang yang memberat-beratkan diri dan berlebih-lebihan dalam beragama. Rasulullah SAW bersabda, "Celakalah al-mutanaththi." Kalimat ini beliau ucapkan tiga kali. 

Yang dimaksud "al-Mutanaththi" ialah orang yang berlebih-lebihan, melewati batas, dalam perkataan dan perbuatannya.

Di lain waktu beliau juga bersabda, "Sesungguhnya agama Islam ini mudah, dan tidaklah seseorang memberat-beratkan diri dalam beragama melainkan ia akan dikalahkan olehnya." (Riwayat Bukhari).

Penyebab kedua dari futur adalah isrof, yakni berlebihan atau melampaui batas dalam hal yang mubah. Misalnya, berlebihan dalam makan dan minum. Akibatnya, badan menjadi gemuk dan lamban, tidak cekatan, mudah mengantuk, dan muncul rasa malas. Keadaan ini akan mencapai puncaknya jika ia menghentikan sama sekali kegiatan dakwah.

Allah Ta'ala dan Rasul-Nya melarang manusia berbuat isrof. Allah Ta'ala berfirman, "Hai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang indah tiap-tiap masuk masjid (untuk beribadah) dan makan minumlah, tetapi jangan keterlaluan, karena Allah tidak menyenangi orang-orang yang keterlaluan." (Al-A'raf: 31)

Rasulullah SAW bersabda, "Tiadalah anak Adam mengisi tempat yang lebih jelek dari pada perutnya..." (Riwayat Tirmidzi).

Penyebab ketiga adalah suka menyendiri dan meninggalkan jamaah. Sikap seperti ini mengakibatkan ia tak memiliki banyak teman yang bisa menasehatinya bila ia sedang "jatuh". Tak ada yang "menarik tangganya" untuk segera bangkit dan kembali berjuang.

Padahal, perjalanan hidup ini sangat panjang. Jalan yang dilalui tak selalu mudah.  Kadang menurun, kadang mendaki, kadang berbelok-belok, ditambahkan lagi rintangan dan godaan yang bisa menggelincirkan kita.

Jika di perjalanan yang panjang ini tak ada yang menasehati, mengingatkan, memberi semangat, maka lama-lama kita akan jenuh dan akhirnya berhenti berjuang. Sebaliknya, jika ditempuh dengan berjamaah maka hati kita akan merasa mantap, semangat selalu timbul, kemauan akan terus kuat dan bersungguh-sungguh. 

Allah Ta'ala berfirman, "Dan berpegang teguhlah kamu semuanya dengan (tali/dien) Allah dan janganlah berpecah-belah..." (Ali-Imran: 103).

Rasulullah SAW juga bersabda, "... Hendaklah kamu hidup berjamaah dan janganlah berpecah-belah, karena setan itu menyertai orang yang sendirian, sedangkan terhadap dua orang ia lebih menjauh. Barangsiapa yang menginginkan tengah-tengah surga maka hendaklah ia menetapi jamaah." (Riwayat Timridzi).

Masih ada cukup banyak sebab terjadinya futur. Namun, kita cukupkan hanya di tiga sebab saja sebagai gambaran bahwa penyakit ini berpeluang menjangkiti kita jika tidak berhati-hati.

Cara Mengobati Penyakit Futur

Ada banyak cara membersihkan diri dari dari penyakit futur. Salah satu yang terpenting adalah membebaskan diri kita dari sikap berlebihan, baik dalam hal agama maupun isrof. Akan jauh lebih baik kita melakukan amalan yang wajar tapi berkesinambungan, ketimbang kita memaksakan diri beramal secara berlebihan lalu berhenti di tengah jalan karena rasa bosan.

Rasulullah SAW bersabda, sebagai mana diriwayatkan dari Aisyah RA, "Wahai manusia! Hendaklah kamu lakukan amal sesuai kemampuanmu, karena sesungguhnya Allah tidak akan merasa bosan sehingga kamu sendiri yang merasa jenuh. Dan amalan yang paling disukai Allah ialah yang dilaksanakan secara rutin, meskipun hanya sedikit," (Riwayat Muslim).

Cara yang lain adalah meleburkan diri ke dalam jamaah, tidak menyendiri dan memisahkan diri dalam keadaan apa pun. Rasulullah SAW berkata, "Berjama'ah adalah rahmat, dan perpecahan adalah azab." (Riwayat Ahmad). Dalam kesempatan lain, beliau berkata, "Tangan Allah bersama jama'ah." (Riwayat Tirmidzi). Ali RA juga berkata, "Kotornya berjamaah lebih baik dar ipada kejernihan orang yang menyendiri."

Selain itu, jauhi maksiat dan kejelekan yang besar maupun kecil, rajin melakukan amalan pada siang dan malam hari, dan mencermati waktu-waktu yang utama dan menghidupkannya dengan mengamalkan ketaatan.

Rasulullah SAW bersabda, "Maka tepatilah kebenaran tanpa melampaui batas, kerjakanlah sesuatu itu mendekati kesempurnaan, bergembiralah (dengan pahala yang dijanjikan), dan mintalah pertolongan (kepada Allah) pada waktu pagi dan petang, serta dalam kegelapan malam." (Riwayat Bukhari).

Wallahu a'lam.

BACA ARTIKEL SEBELUMNYA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar yang bermanfaat