Senin, 10 Juli 2023

Ketika Emak-emak Mempersiapkan Jihad yang Besar

Bila mendengar kata "jihad", apa yang Anda bayangkan? Pernahkah terbayang dalam benak Anda emak-emak yang sedang berkumpul di sebuah ruangan ber-AC?

Agung Tranajaya tengah memberikan arahan dan motivasi di salah satu Rumah Qur'an di Trenggalek, Jawa Timur

Yup!
Sebagian dari kita mungkin tertawa bila ada yang mencoba menghubungkan dua hal itu. Sebab, di ruang ber-AC yang sejuk, mana mungkin ada suara desingan peluru, atau derap kaki kuda di jalan-jalan berdebu, atau rintihan kesakitan orang yang terkena besi bermesiu.

Kalau pun ada yang bisa dilihat atau didengar, paling air putih segar yang terhidang di dalam botol kemasan dan siap diteguk kapan saja, ditimpali oleh suara emak-emak yang bersahut-sahutan. 

Tapi jangan keliru. Belum lama ini, saya benar-benar melihat emak-emak tengah serius mempersiapkan jihad di dalam ruangan ber-AC. Pemandangan itu saya jumpai di sebuah rumah di Jalan Raya Trenggalek Ponorogo km 03, Karangan, Jawa Timur.

Di tangan mereka memang tak ada senjata AK 47 atau pistol glock 17 yang dipakai Sambo menghabisi anak buahnya. Yang ada hanya buku tentang cara belajar membaca al-Qur'an yang benar. Kelak, setelah mereka menguasainya, mereka diminta mengajarkan kepada emak-emak yang lain tentang hal yang sama. Begitulah seterusnya.

"Allah menyerukan kepada kita untuk melakukan jihad yang besar, yakni berjihad dengan al-Qur'an," jelas Agung Tranajaya, Ketua Gerakan Dakwah Mengajar dan Belajar Al Quran (Grand MBA) Hidayatullah, mengutip makna dari al-Qur'an surat al-Furqon [25] ayat 52.  

"Jadi ketahuilah kita ini sedang berjihad," jelas Agung lagi di hadapan emak-emak berjilbab lebar tersebut.

Rumah tempat emak-emak itu belajar dinamai Rumah Qur'an Hidayatullah atau biasa disingkat RQH. Di Trenggalek, jumlah RQH tak hanya satu, tapi ada tiga. Bahkan, dalam waktu dekat, bakal bertambah lagi menjadi lima RQH. 

Dalam satu RQH, ada tiga sampai empat kelompok belajar. Sedang dalam satu kelompok belajar berisi 15 peserta. Waktu belajar sore dan malam. Sore untuk emak-emak, sedang malam untuk bapak-bapak. 

"RQH Ini bukan sekadar tempat belajar al-Qur'an seperti kebanyakan Rumah Qur'an biasa. RQH ini adalah wadah dari gerakan mengajar dan belajar al-Qur'an. Gerakan ini insya Allah akan terus membesar," jelas Agung.

Saat ini, secara keseluruhan di Indonesia, sudah ada 1.088 RQH. Jumlah ini akan terus bertambah seiring kian membesarnya gerakan ini.

Lalu bagaimana awal mula munculnya gerakan ini? Bagaimana konsepnya dan apa yang diharapkan dari gerakan ini? Bagaimana pula jika ada yang ingin ikut serta dalam gerakan ini? Ingin tahu lebih jauh? Silahkan simak dalam catatan perjalanan saya dalam artikel selanjutnya. ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar yang bermanfaat