Minggu, 13 November 2022

Mari Mengenal Kekaisaran Romawi Barat

Kekaisaran Romawi yang biasa dikenal dengan sebutan Imperium Romawi telah berdiri sejak tahun 27 SM. Namun, pada tahun 395 M, kekaisaran ini pecah menjadi dua: Satu di sebelah barat Eropa, yang satunya di sebelah timur.

Kekaisaran di sebelah timur, yang biasa dikenal dengan sebutan Romawi Timur atau Bizantium, mampu tetap eksis dan berjaya hingga kejatuhan Konstantinopel tahun 1453 oleh Turki Usmani.  Itu berarti mereka bisa bertahan hingga 1.000 tahun lebih. 

Lalu bagaimana dengan Romawi sebelah barat atau biasa disebut Romawi Barat? Tak banyak yang membahasnya. Padahal, sebagaimana diilansir World History Encyclopedia, Kekaisaran Romawi Barat lebih luas ketimbang Romawi Timur.

Wilayah awal Kekaisaran Romawi Barat meliputi kurang lebih 15 negara di dua benua. Batas wilayah kekaisaran ini dimulai dari Inggris di utara, Libya di selatan, berlanjut ke Portugal di ujung barat, dan Bosnia-Herzegovina di timur. 

Pecahnya Kekaisaran Romawi menjadi dua bagian terjadi pada masa kekaisaran Flavius Theodosius I. Dialah yang membagi Romawi menjadi dua. Di sebelah timur diserahkan kepada anak sulungnya, Arcadius, sedang di sebelah barat diberikan kepada anak bungsunya, Honorius.

Sayangnya, dua kakak beradik ini tidak akur. Mereka tidak mau bahu membahu dalam berjuang memakmurkan wilayahnya. Romawi Timur tumbuh menjadi kekaisaran yang kuat dan makmur, dan sebaliknya, krisis ekonomi dan politik yang menimpa Romawi Barat hingga mereka kian lemah. 

Krisis ekonomi dan politik di Romawi Barat ini diperparah dengan merebaknya korupsi, ketimpangan ekonomi, bahkan kekacauan di lingkup kekaisaran sendiri. Belum lagi munculnya berbagai ancaman dari beberapa suku di sekitarnya, terutama bangsa Jermanik (Jerman Kuno).

Salah satu bangsa Jermanik yang ditakuti oleh Kekaisaran Romawi Barat adalah Bangsa Goth yang biasa mereka sebut "barbar" karena dianggap seperti "hama". Ketika Kekaisaran Romawi masih bersatu, bangsa Goth sering kewalahan menghadapi serdadu Romawi yang tangguh. Setelah berpisah, Kekaisaran Romawi Barat kewalahan. 

Puncaknya terjadi pada tahun 410, ketika Bangsa Goth yang dipimpin oleh Alaric menyerbu dan menjarah Kota Roma selama beberapa hari. Keadaan ini membuat Kekaisaran Romawi Barat kian terpukul. 

Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 455 M, Kota Roma kembali dijarah oleh Bangsa Vandal --juga bagian dari Bangsa Jermanik-- yang dipimpin Genseric. Mereka menjarah Kota Roma selama 14 hari, memperbudak rakyat, dan menculik keluarga kaisar.

Dua peristiwa penjarahan ini sangat mengejutkan dunia. Pasalnya, kota yang selama ini menjadi lambang keagungan bangsa Romawi,  akhirnya diluluhlantakkan secara tragis oleh bangsa barbar.

Tahun 476 M, Kerajaan Romawi Barat benar-benar runtuh. Ini disebabkan banyaknya provinsi yang jatuh akibat pemberontakan atau memerdekakan diri, juga karena invasi bangsa Jermanik. 

Penguasa terakhir Romawi Barat adalah Romulus Agustus, yang terpaksa menyerahkan mahkotanya kepada Flavius Odoacer, raja bangsa barbar, Jermanik.

Dengan demikian, Kekaisaran Romawi Barat hanya mampu bertahan hingga 81 tahun, sangat berbeda dengan "saudara kandungnya" Romawi Timur yang mampu berjaya hingga lebih dari 1.000 tahun. ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar yang bermanfaat