Salah satu tuduhan yang dilancarkan kaum kafir Quraisy kepada Rasulullah SAW adalah beliau seorang PENYAIR. Hal ini setidaknya tergambar dalam al-Qur'an surat At-Tur [52] ayat 30:
Jika kita bertanya, mana yang lebih dulu kita bangun agar peradaban Islam bisa tegak: Pertama, kepemimpinan di mana ada penguasa dan masyarakat di dalamnya; kedua, wilayah dengan segala materi yang ada di dalamnya, atau ketiga, ideologi (nilai) yang mengatur dan menjiwai peradaban tersebut. Apa jawabnya?
Jangan sepelekan burung. Hewan ini pernah disebut oleh Allah Ta'ala dalam al-Qur'an untuk mengingatkan manusia bahwa Dia Maha Besar dan Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Dalam Bahasa Arab, PERADABAN memiliki beberapa padanan. Yang paling kerap digunakan ada tiga, yakni ḥaḍārah, ‘umrān, dan tamaddun. Ketiganya memiliki arti yang khas. Mari kita kupas.
Saya tak ingat apakah dulu ketika mengikuti mata kuliah Oseanografi yang diampu oleh Dr John I Pariwono --salah seorang pakar kelautan di negeri ini--- pernah menjelaskan soal siklon tropis?
Mari kita bayangkan ketika ada seseorang membawa sesuatu yang baru kepada kita dan mengajak kita untuk memilikinya. Namun, kita ragu-ragu untuk menerima tawaran tersebut.
Biasanya, orang yang ragu-ragu terhadap suatu hal akan berupaya keras keluar dari keragu-raguan tersebut agar tak lagi diombang-ambingkan oleh ketidakpastian. Sebab, ragu-ragu itu tidak enak! Orang yang ragu-ragu tak bakal bisa berbuat dengan benar.