Di dalam al-Qur'an surat Al-Hajj [22] ayat 11 Allah Ta'ala berfirman, "Dan di antara manusia ada yang menyembah Allah hanya di tepi. Maka jika dia memperoleh kebajikan, dia merasa puas dan jika dia ditimpa suatu cobaan, dia berbalik ke belakang. Dia rugi di dunia dan di akhirat. Itulah kerugian yang nyata."
Lantas apa yang dimaksud "menyembah Allah hanya ditepi" dari ayat di atas? Para ulama menafsirkan bahwa itu adalah gambaran seseorang yang tengah berdiri di tepi jurang di atas bukit. Ia sangat rentan jatuh terguling. Atau, dengan kata lain, ia memilih jalan hidup yang sangat berisiko.
Adapun Mujahid dan Qatadah menafsirkan makna kata "di tepi" sebagai keragu-raguan. Artinya, seseorang memeluk Islam dengan hati yang tidak sepenuhnya. Jika menjumpai hal yang disukainya, ia tetap berada dalam Islam, namun jika tidak, maka ia kembali kafir.
Imam Bukhari menceritakan ---sehubungan dengan ayat ini--- bahwa dahulu ada seorang lelaki datang ke Madinah. Ia lalu memeluk Islam dengan setengah hati. Jika istrinya melahirkan bayi laki-laki dan kudanya beranak pula, maka ia mengatakan bahwa Islam adalah agama yang baik (membawa keberuntungan). Tetapi jika istrinya tidak melahirkan serta kudanya tidak melahirkan juga, maka ia mengatakan bahwa Islam adalah agama yang buruk (pembawa sial).
Ada pula kisah lain yang diceritakan Ibnu Abu Hatim dengan sanad sampai kepada Ibnu Abbas bahwa dahulu ada segolongan orang Badui yang datang kepada Nabi SAW lalu masuk Islam. Ketika mereka kembali ke kampung halamannya dan menjumpai musim hujan, tanah menjadi subur, serta istri mereka melahirkan anak yang banyak, maka mereka berkata, "Sesungguhnya agama kita (Islam) adalah agama yang baik."
Tetapi bila mereka menjumpai tahun kekeringan dan paceklik serta jarang adanya kelahiran, maka mereka berkata, "Tiada suatu kebaikan pun pada agama kita (Islam) ini."
Lalu apakah di zaman sekarang ini masih ada orang-orang yang ber-Islam tapi di tepi? Ya! Bahkan --dengan kadar yang berbeda-beda-- jumlahnya mungkin banyak. Ini akan kita kupas di lain kesempatan. *

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan berikan komentar yang bermanfaat