Pernahkah engkau melihat kayu yang terombang-ambing di permainkan ombak di lautan? Ia tak punya kendali atas dirinya sendiri.
Jika ada ombak menghempasnya dari kiri, ia terpelanting ke kenan. Begitu pula bila ada ombak menghantamnya dari kanan, ia terpelanting ke kiri.
Manusia, dengan segala persepsinya, juga demikian. Mereka akan terombang-ambing selama mereka tak memutuskan jalan kebenaran apa yang akan dipilih.
Terlebih di era digital sekarang ini. Informasi menghujam begitu banyak. Jika arus opini kencang menghantam dari kiri, maka mereka akan terpelanting ke kenan. Begitu pula bila ada ombak opini menghantamnya dari kanan, mereka terpelanting ke kiri.
Celakanya, mereka ini tak bisa engkau ajak untuk kembali ke jalan yang benar dan bertahan di jalan itu. Seberapa kuat engkau mengupayakannya, tetap saja mereka lebih suka dengan keadaan yang terombang-ambing tersebut.
Keadaan seperti ini pernah digambarkan oleh Allah Ta'ala dalam al-Qur'an surat al-A'raf [7] ayat 186, "Barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak ada yang mampu memberi petunjuk. Allah membiarkannya terombang-ambing dalam kesesatan."
Makna yang senada juga Allah Ta'ala ungkapkan dalam al-Qur'an surat al-Maidah [5] ayat 41, "... Barang siapa dikehendaki Allah untuk dibiarkan sesat, sedikit pun engkau tidak akan mampu menolak sesuatu pun dari Allah (untuk menolongnya). Mereka itu adalah orang-orang yang sudah tidak dikehendaki Allah untuk menyucikan hati mereka. Di dunia mereka mendapat kehinaan dan di akhirat akan mendapat azab yang besar."
Maka, jalan keluar dari keadaan ini adalah segera sucikan hati untuk menerima kebenaran, lalu pintalah kepada Allah Ta'ala dengan segala kerendahan hati agar diberikan taufik dan hidayah, kemudian mulailah ber-iqra' dengan sungguh-sungguh.
Jika sudah begini maka mudah-mudahan Allah Ta'ala akan menanamkan iman pada hati kita. Inilah pegangan yang bisa menyelamatkan kita dari hempasan ombak dan hantaman badai sehingga kita tidak lagi terombang ambing ke kiri dan ke kanan.
Iman yang awalnya hanya berupa benih, perlahan akan tumbuh jika terus dirawat dan dipupuk, sebagaimana pohon yang awalnya kecil, perlahan kian besar, kuat, dan kokoh. Semakin kuat dan kokoh iman kita, maka semakin kuat pula pegangan kita, laksana pohon yang akarnya mencengkram bumi dengan sangat kuat, sehingga tak ada yang bisa menumbangkannya kecuali kehendak Allah Ta'ala. ***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan berikan komentar yang bermanfaat