Sabtu, 28 Juli 2018

Fa Aina Taz-habuun

Qorun, pada awalnya sosok yang taat beribadah. Sepupu Nabi Musa AS ini bukan orang kaya. Ia juga takut berbuat salah. Bahkan ia pernah menolak ketika diberi hadiah berupa uang emas yang banyak dari Raja Gholan. Ia takut tergelincir.

Namun, karena pengaruh sang isteri, perlahan-lahan membuat ia berubah. Ia tergoda, lalu lalai, selanjutnya lupa karena disibukkan dengan harta. Ia bahkan tergelincir setelah hartanya banyak. Kunci gudangnya saja tak sanggup dipikul oleh 10 orang laki-laki berbadan kekar. Ia menjadi sombong dan angkuh.

Suatu hari, ia diingatkan agar segera membayar zakat. Ia lalu bertanya kepada Nabi Musa AS, berapa banyak zakat yang harus ia keluarkan? Nabi Musa AS menjawab, hanya seperseribu. 

Jika dinyatakan dalam persentase, nilai seperseribu kecil sekali, hanya 0,001 persen. Bandingkan dengan nilai zakat yang ditetapkan setelah datangnya Rasulullah Muhammad SAW, 2,5 persen. Amat njomplang.

Mungkin karena kecil itulah awalnya Qorun menyanggupi untuk membayarnya. Namun, setelah semua hartanya dikumpulkan, lalu disisihkan seperseribunya, ternyata banyak juga. Qarun berubah pikiran. Ia membangkang perintah Allah Ta'ala, bahkan bertambah angkuh.

Begitulah manusia, amat mudah berubah pikiran ketika ketentuan Allah Ta'ala dirasa mengganggu kepentingannya. Bahkan, ketentuan yang ringan sekalipun, terasa berat jika hati manusia sudah dipenuhi rasa bakhil.

Qorun menilai seperseribu bagian yang seharusnya ia serahkan begitu banyak jumlahnya. Ia sama sekali tak memperhatikan 999 bagian yang telah diberikan Allah Ta'ala kepadanya justru jauuuuh lebih banyak.

Qorun lari dari ketentuan Allah Ta'ala. Padahal, kata Allah dalam al-Qur'an surat At Takwir [81] ayat 26, "Fa aina taz-habuun" (maka ke manakah engkau akan pergi?).

Ayat selanjutnya bercerita, "Al-Qur'an tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam, yaitu bagi siapa saja yang menghendaki menempuh jalan yang lurus. (Namun) kamu tidak akan bisa menempuh jalan itu, kecuali jika Allah menghendakinya."

Maha benar Allah ***
.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar yang bermanfaat