Laman

Senin, 19 Januari 2026

Ketika Syair Dianggap Berbahaya

Salah satu tuduhan yang dilancarkan kaum kafir Quraisy kepada Rasulullah SAW adalah beliau seorang PENYAIR. Hal ini setidaknya tergambar dalam al-Qur'an surat At-Tur [52] ayat 30:


"Bahkan mereka mengatakan, 'Dia adalah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya'.

Rasulullah SAW lalu membalas tuduhan itu dengan mengatakan, "Tunggulah, maka sesungguhnya aku pun termasuk orang yang menunggu (pula) bersama kalian." (At-Tur [52]: 31)

Sebelum tuduhan tersebut dibuat, kaum kafir Quraisy juga menuduh Rasulullah SAW dengan sebutan tukang tenung dan orang gila. Hal ini disebutkan oleh Allah Ta'ala dalam ayat sebelumnya (At-Tur [52]: 29). Namun, dalam ayat yang sama, Allah Ta'ala menguatkan Rasulullah SAW dengan membantah tuduhan tersebut.

Yang menarik, mengapa tuduhan penyair dilontarkan kepada Rasulullah SAW padahal profesi tersebut bukanlah profesi tercela sebagaimana dua tuduhan sebelumnya, yakni tukang tenung dan orang gila?

Tak lain jawabnya karena rangkaian kata-kata yang disusun secara indah dengan makna yang memukau oleh para penyair bakal mampu mempengaruhi banyak orang. 

Kaum kafir Quraisy sendiri sebenarnya mengakui bahwa kata-kata yang terdapat dalam al-Qur'an yang sering mereka dengan secara diam-diam memiliki keindahan yang luar biasa. Mereka juga terpukau, bahkan tak bisa membantah kebenaran yang ada di dalamnya.

Namun, mereka menolak untuk meyakininya karena tak sanggup menerima konsekuensinya. Beriman kepada al-Qur'an berarti mengimani bahwa Rasulullah SAW adalah Nabi yang diutus oleh Allah Ta'ala

Dan, mengimani Rasulullah SAW sebagai utusan Allah Ta'ala berarti mengimani pula seluruh ajaran yang akan meruntuhkan bangunan peradaban jahiliah yang selama ini mereka pertahankan untuk kepentingan dan kesenangan diri mereka sendiri. 

Al-Qur'an jelas bukan karya sastra. Ia adalah wahyu, firman Allah Ta'ala yang diturunkan kepada Muhammad SAW. 

Namun, syair juga bisa mempengaruhi manusia. Bahkan Rasulullah SAW sendiri telah mempersiapkan para penyair Muslim untuk meng-counter syair-syair jahiliah yang menyesatkan. Beberapa di antara penyair Muslim terkenal adalah Ḥassān bin Tsābit, Ka‘b bin Mālik, dan Abdullah bin Rawahah. *

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar yang bermanfaat